Selasa, 13 Desember 2011

Angkuh ya?@#$%^&**(

Ketika berbincang dengan keangkuhan……
“Hai,,,sudah lama kita tak berbincang” Aku memulai.
“Hai,,,hallo,,iya iya,,aku selalu bisa berbincang kapanpun aku mau,memang kenapa?”
Hhhmmm,,jawaban yang langsung buat air mukaku berubah dingin.
“Apa kabar?”Lanjutnya.
“Aaah,,baik, baik,,sedikit sakit tapi tak apalah”jawaban seperlunya.
“Aku di sini seperti ini,,,kau di sana seperti apa???ohhh,,kita bahas masa lalu..oh tidak tidak..kalau bisa kau jangan bicara masa lalu,,bicara tentang kini,,dan oriantasi ke depan saja,,sebab jika kau bicara tentang masa lalu,,suka jadi masalah.. sakit kalau bicara masa lalu”.
“Hmmmm”gumamku..seperti biasa saat feelku tiba tiba berubah mendengar kata kata itu.
“KAu masih terdengar angkuh bila bergumam seperti itu”rajukan.
“Aku memang angkuh,,,lalu apa??”rahangku menggertak, mengatup terkunci.
Kau tau jawabannya,,,jika bukan karena keangkuhanku mungkin sekarang aku sudah terkapar tak berdaya.terpuruk dalam kehancuran bahkan takkan mampu berdiri di atas kedua kakiku.Hidup di sini keras,,dan aku butuh keangkuhan untuk tetap bertahan.
“Aku minta maaf “lanjutku .sebenarnya hatiku mulai melemah.
“Sudah sudah,,jangan minta maaf,,ini bukan tentang salah dan benar,,jadi jangan saling menyalahkan dan berprasangka.”
“Hhmm”AKu  bergumam lagi.Lalu….
“Oh yaa…yaa,,,aku terlalu berprasangka,,padahal kalian orang baik baik,,terpelajar dan berlapang dada,,jadi maaf kalau memang ada prasangka”.
Hatiku mungkin berkerut mengingat kalau aku bukan siapa siapa bagi mereka.Hanya seorang bodoh,bahkan bukan masalah besar yang sanggup mengguncang ketangguhan yang mereka bangun di atas pondasi kokoh sebuah keluarga.
“Hai hai,,kenapa pembicaraan jadi panas??,sepertinya orientasi kita A-Z,,jadi tidak akan bertemu”
“hhmmmh”menghela napas saja.
“Bagaimana kalau kita sudahi saja perbincangan tentang ini.Aku tidak mau membahasnya lagi.tentang siapa mencari kambing hitam?bagiku itu sudah ku telan mentah mentah.dan aku ingin melupakannya”lanjutku berat.
“yaa yaa,,aku kehilangan kelembutanmu yang mengayomi”
“hhhhuuhh,,” ini perbincangan penuh keangkuhan yang  nampak seperti perdebatan kosong .
Aaah tidak tidak,,karena semestinya ada perdebatan agar tak menjadi rancu jika hanya menebak.
Aku bicara dengan bahasa paling kasar yang pernah aku lontarkan semasa hidup.Memasang topeng keangkuhan untuk menutupi hati yang rapuh.
Sudahlah..bertengkar saja kita.makin sering kita bertengkar,,merdekalah hati…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar